7 Wanita Juara,Pengubah Permainan Dalam Olah Raga

7 Wanita Juara,Pengubah Permainan

7 Wanita Juara,Pengubah Permainan Dalam Olah Raga – Wajah olahraga terus berubah setiap hari, berkat wanita sukses dan kuat yang mendominasi segalanya mulai dari tenis hingga sepak bola. Legenda seperti Billie Jean King, Serena Williams, Megan Rapinoe, dan Maya Moore telah memecahkan rekor dan membuat sejarah dalam industri yang masih didominasi pria.

Wanita yang berpengaruh dan menang ini telah mendefinisikan kembali apa artinya menjadi seorang atlet. Simak kisah 7 wanita Juara Pengubah Permainan Dalam Olah Raga yang telah menginspirasi dunia.

Ronda Rousey

Ronda Rousey

Pegulat profesional Amerika, Ronda Rousey, adalah pelopor seni bela diri campuran (MMA) wanita. Semua mata tertuju pada Rousey ketika dia memulai debutnya dalam olahraga yang didominasi pria pada tahun 2011. Dia menjadi kekuatan yang tak terhentikan, bahkan mendapatkan perhatian Ultimate Fighting Championship (UFC).

Pada 2012, UFC mengumumkan bahwa Rousey bergabung dengan liga sebagai superstar pertarungan wanita pertama. Dia juga menjadi petarung wanita pertama yang dilantik ke UFC Hall of Fame. Sekarang, dia adalah salah satu petarung MMA terhebat sepanjang masa.

Babe Didrikson Zaharias

Babe Didrikson Zaharias

Track and field, bola basket, golf? Babe Didrikson Zaharias berkompetisi dan unggul di ketiganya. Atlet multi-olahraga ini meraih dua medali emas di cabang lintasan dan lapangan serta 10 gelar juara utama Asosiasi Golf Profesional Wanita (LPGA). Berbicara tentang LPGA, Zaharias adalah salah satu pendiri organisasi tersebut.

Wanita – Wanita Juara,Pengubah Permainan

Atlet legendaris ini adalah pelopor golf wanita, menjadi wanita pertama yang bermain di turnamen Professional Golfers ‘Association (PGA) yang semuanya pria. Dengan rekor kemenangan terpanjang dalam sejarah golf, ia memenangkan 14 turnamen golf berturut-turut dari 1946 hingga 1947. Zaharias sering disebut sebagai salah satu atlet terhebat sepanjang masa.

Naomi Osaka

Naomi Osaka

Pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya mengalahkan idola masa kecil Anda? Untuk petenis Naomi Osaka, itu tidak persis seperti yang dia harapkan. Osaka mengalahkan Serena Williams di final Grand Slam 2018, tetapi pada upacara trofi, penonton mencemoohnya karena menang.

Terlepas dari protes publik, Osaka terus menaklukkan dunia tenis sebagai atlet yang agresif dan kuat. Dia menjadi pemain Jepang pertama yang memegang peringkat teratas dalam tenis profesional. Majalah Time mencantumkan Osaka sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia pada tahun 2019.

Mia Hamm

Mia Hamm

Mia Hamm adalah salah satu wanita paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Dia memimpin tim sepak bola AS meraih kemenangan di Piala Dunia Wanita 1999, dan kemenangan itu menjadi momen besar dalam sejarah yang membuka jalan bagi lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga tersebut.

Legenda sepak bola pernah memegang rekor gol internasional terbanyak yang dicetak oleh pria atau wanita mana pun. Meskipun Hamm telah pensiun dari olahraga, dia terus menginspirasi atlet wanita muda untuk mengejar impian mereka dan mencapai tujuan mereka.

Ibtihaj Muhammad

Ibtihaj Muhammad

Pemain anggar Ibtihaj Muhammad mengukir sejarah sebagai atlet Amerika pertama yang memakai hijab saat berlaga di Olimpiade. Pemain anggar yang kuat dan cepat menyelesaikan medali, menjadi wanita Muslim-Amerika pertama yang melakukannya di Olimpiade.

Muhammad tetap setia pada keyakinannya dan juga melanggar beberapa norma budaya. Banyak orang tidak percaya wanita Muslim bisa berolahraga, tapi Muhammad mempengaruhi remaja Muslim-Amerika untuk menjadi atlet dan bersaing di Olimpiade. Ceritanya berfokus pada pentingnya inklusivitas dan representasi.

Ester Ledecká

Ester Ledecká

Ester Ledecká diberi tahu bahwa dia harus memilih antara bermain ski dan seluncur salju. Rupanya, pelatihnya berasumsi dia tidak bisa berhasil di kedua cabang olahraga tersebut. Terlepas dari saran mereka, Ledecká mengejutkan dunia dengan memenangkan dua medali emas dalam ski alpine dan snowboarding di Olimpiade Musim Dingin 2018. 7 Wanita Juara

Syukurlah, Ledecká tidak mendengarkan orang-orang yang ragu karena dia mencapai yang “mustahil” dan menjadi juara. Kemenangan bersejarah ini menginspirasi banyak pemain ski dan snowboarder, membuat mereka percaya bahwa mungkin ada lebih dari satu jalan menuju kesuksesan. Pelatih juga mendapatkan pelajaran tentang memberdayakan atlet mereka dengan mendukung pilihan mereka.

Chloe Kim

Chloe Kim

Chloe Kim menjadi snowboarder wanita termuda yang memenangkan medali emas Olimpiade. Pada usia muda 17 tahun, ia berhasil melewati kompetisi dan memenangkan halfpipe snowboard wanita pada tahun 2018. Memukul bola berurutan 1080-an dan tiga revolusi. Kim melakukan trik, yang sulit ditandingi oleh para pesaingnya.

Atlet Korea-Amerika adalah salah satu remaja paling berpengaruh di dunia.  Keterampilan luar biasa Kim dalam memecahkan rekor sangat menginspirasi, dan pemikiran publiknya tentang makanan dapat diterima. (Jika Anda tidak tahu apa artinya, lihat saja tweet kocaknya). Hati-hati karena Kim baru saja mulai.

Baca juga : Mengupas Sejarah Juventus Dari Awal Berdiri